Bogor, Jabarcyber.com – Anggota DPRD Jawa Barat Mochamad Ichsan Maoluddin menggelar sosialisasi Peraturan daerah (Perda) nomor Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Desa Wisata, Sabtu (24/08/2024).
Berlokasi di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Ichsan mengatakan bahwa Pemerintah desa (Pemdes) menjadi salah satu kunci dalam mengimplementasikan Perda Desa Wisata ini.
“Saya lihat memang kearifan lokal itu beda-beda, muaranya adalah nanti di Pemerintah desa, untuk pengelolaan objek wisatanya yang paling bagus itu BUMdes nya jadi badan usaha milik desanya itu yang harus punya peranan penting karena ini kan sesuai dengan fashion,” ujar ichsan.
Timbulnya kemandirian itu dihandle oleh orang yang memang tugas passionnya disitu, kalaupun kadesnya belum bisa mempelopori akses kesitu biasanya unsur Karang Taruna, ada Karang Taruna yang memang sudah punya icon tertentu, itu justru yang menghidupkan,” lanjutnya.
Contoh nyata implementasi Perda Desa Wisata yang masuk kategori berhasil ini menurut Ichsan ada di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri.
“Kebetulan dinahkodoai oleh tokoh pegiat lingkungan KP2C pak Puarman, dan di Bojongkulur ini punya divisi khusus yang dinamakan bidang desa wisata. Jadi saya kira tidak harus Pemdes juga, yang penting pekerjaanya jalan terlebih dahulu, startup ya sudah lanjutkan.
Ichsan pun berharap agar Perda ini mendatangkan kemandirian bagi desa.
“Ujung-ujungnya adalah kemandirian, jadi Pemprov itu akan baik portretnya manakala setiap kota kabupaten yang memiliki desa-desa unggulan itu bisa ada kemandirian, sehingga salah satu problem solving sebetulnya, pengentasan problem solving yang ada di kabupaten itu, dengan kompleks permasalahan di kabupaten itu tentu paling tidak ada yang positifnya, Kabupaten Bogor itu hampir 20% desanya wisata itu keren, hampir 30% artinya sudah dibayangkan, berarti kemandiriannya sudah naik berarti PADnya bisa dibilangkan naik juga atau misalnya IPM, Indeks Pembangunan Manusianya sudah naik salah satu melewati itu, karena bisa jadi kalau memang itu jadi pembuka lapangan pekerjaannya why not,” pungkas Ichsan.





