BANDUNG — Konferensi Provinsi (Konferprov) ke-XII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat resmi menelurkan kepemimpinan baru.
Ajang lima tahunan insan pers se-Jawa Barat yang digelar di Hotel Horison, Bandung, 11–12 Agustus 2026 itu menetapkan *Tantan Sulthon Bukhawan* sebagai Ketua PWI Jabar periode 2026–2031. Sementara *Oland PH Sibarani* kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK).
Konferprov dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bandung, *Muhammad Farhan*. Sebanyak 699 dari 755 pemilik hak suara hadir, menunjukkan tingginya antusiasme anggota dalam menentukan arah organisasi.
Pertarungan memperebutkan kursi Ketua berlangsung demokratis. Tantan Sulthon Bukhawan unggul telak dengan perolehan *444 suara*. Pesaingnya, Hardiansyah, meraih 247 suara. Sebanyak 6 suara tidak sah dan 2 abstain.
Untuk posisi Ketua DK, Oland PH Sibarani menjadi calon tunggal sehingga ditetapkan secara aklamasi. Keduanya kini mengemban mandat untuk memimpin PWI Jabar selama lima tahun ke depan.
Dalam pidato kemenangannya, Tantan menekankan pentingnya persatuan. Ia mengajak seluruh anggota mengesampingkan perbedaan pasca-Konferprov.
“Saya mengajak seluruh anggota PWI untuk bersatu, bersama-sama membangun PWI ke depan tanpa ada lagi perbedaan. Saya yakin, dengan bersatu dan saling bergandengan tangan, organisasi yang besar ini akan semakin maju dan bermartabat,” ujar Tantan, Kamis dinihari (13/8/2026).
Hal senada disampaikan Pimpinan Sidang dari PWI Pusat, *Zulkifli Gani Otto*. Ia meminta seluruh pengurus menghilangkan sekat-sekat kelompok agar soliditas pers di Tatar Pasundan tetap terjaga.
Ketua terpilih diberi waktu satu bulan untuk menyusun kepengurusan baru, didampingi tim formatur yang terdiri dari tiga orang.
*Dukungan dari Daerah*
Kemenangan duet Tantan-Oland disambut hangat hingga ke daerah. Ketua PWI Kota Bogor, *Herman Indrabudi* atau *Kang Aldho*, menyampaikan selamat dan optimismenya.
“Atas nama keluarga besar PWI Kota Bogor, saya mengucapkan selamat dan sukses yang sebesar-besarnya kepada Kang Tantan dan Bang Oland. Konferprov ini adalah momentum sejarah untuk penguatan konsolidasi pers di Jabar,” ujar Kang Aldho.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan baru, PWI Jabar bisa lebih progresif, profesional, dan solid. “Kami di daerah siap bersinergi. Harapan kami, PWI Jabar semakin mandiri, meningkatkan kualitas dan perlindungan jurnalis, serta menjadi benteng demokrasi yang adaptif di era digital,” tegasnya.
Kepemimpinan baru PWI Jabar 2026–2031 kini diharapkan mampu membawa pembaruan internal sekaligus mengukuhkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi di Jawa Barat.





