Bandung, Jabarcyber.com – Anggota DPRD Jawa Barat Dedi Aroza minta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan kroscek ulang soal klaimnya bahwa Selisih lebih atau kurang (SILPA) anggaran tahun 2025 hanya 500 ribu rupiah.
Menurut legislator daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bogor ini data yang diumumkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman wajib melakukan cek ulang ke semua OPD yang ada.
“Ya harus dilihat lagi, apakah benar semua OPD itu benar datanya, kan kalau 500 ribu itu semua berjalan, hampir 98% sampai dengan 99%,” ujar Dedi saat dihubungi awak media, Selasa (20/01/2026).
Kemudian, Dedi Aroza juga menilai jika klaim tersebut benar berarti hal tersebut masuk kategori bagus.
“Karena saya mendengar sebenarnya masih ada OPD-OPD yang ada silpanya, saya memang tidak di badan anggaran (Banggar) tapi yang menjadi mitra komisi saya sekarang yaitu Komisi I, nanti kami akan cek kebenarannya soal angka silpa ini,” kata Dedi Aroza.
Lebih lanjut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, silpa dengan angka 500 ribu tersebut harus menjadi bentuk pelayanan terhadap masyarakat jadi lebih maksimal.
“Silpa itu harus dilihat lagi, karena ada juga silpa akibat efisiensi atau memang silpa efektif yang dibelanjakan, ini nanti kami lihat lagi dan harus dikroscek lebih jauh,” pungkas Dedi Aroza.
Sebelumnya, Sekda Herman Suryatman pada 7 Januari 2026 mengatakan bahwa belanja Pemprov Jabar mencapai tahap efektif sehingga angka silpanya hanya 500 ribu rupiah.





