KABUPATEN BEKASI, jabarcyber.com – Menjelang bulan maulid, lokasi wisata religi menjadi incaran para wisatawan berziarah. Dari berbagai lokasi, salahsatu tempat yang dituju di wilayah Setu dan sekitarnya, Makom Mbah Raden Muhammad Abas atau Raden Abas. Beliau merupakan penyebar agama Islam wilayah Setu, Bekasi dan sekitarnya.
Menurut penjaga makam (Kuncen) Abah Uin, Mbah Raden Abas merupakan tokoh penyiar agama Islam di wilayah itu. Ia datang ke Setu sekitar tahun 1920, menikahi Mbah Eros warga setempat. Asalusulnya terlihat dari silsilah, bahwa Raden Abas adalah putra dari Mbah Raden Abdul Rozak bin Mbah Raden Haji Apandy dari Garut.
Kedatangan peziarah ke lokasi, Setu – Bekasi untuk bertawasul kepada Allah SWT guna menguatkan iman, dengan harapan, rencana serta cita-cita terkabul.
Karena, menurut sang kuncen, sebagai manusia hanya bisa berusaha. Hasilnya, Gusti Pangeran lah yang mengabulkan. Dicontohkan, kalau mau mengambil buah diatas pohon yang tinggi, tidak mungkin tangan kita sampai.
“Untuk mendapatkannya, perlu alat berupa galah agar buah bisa kita dapatkan,” terang Mbah Uin, di lokasi Makom, Kampung Cibening, Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, kemarin.
Dengan usaha tadi lanjut Mbah Uin, meminta kepada Allah SWT, setidaknya karomah yang dimiliki Mbah Raden Abas dengan ijin Allah dapat terkabul. “Insyaallah doa kita cepat terkabul,” lanjutnya.
Kondisi lokasi wisata Mbah Raden Abas yang cukup dikenal di beberapa wilayah, terkesan tidak terurus. Hal itu disebabkan karena kurangnya dana untuk penataan lebih layak.
“Ada aja yang datang, namun hasilnya tidak cukup untuk menata agar lokasi ini lebih layak,” imbuh sang kuncen.
Untuk itu, Abah Uin berharap kepada stakeholder dapat membantu penataan dan pemeliharaan tujuan wisata tersebut. Terutama perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pihak swasta agar situs sejarah, Makom Mbah Raden Abas nyaman dikunjungi.
“Dengan penataan dan pemeliharaan berkelanjutan, setidaknya anak cucu kita bisa mengetahui tentang sejarah keberadaan makom ini ,” pungkasnya.
(Raden Uyoh)





