Hari Buruh 2026, Tingginya PHK dan Desak Perlindungan Buruh di Jawa Barat Menjadi Sorotan Dedi Aroza

Bogor, Jabarcyber.com – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat asal Kabupaten Bogor, Dedi Aroza, menyoroti persoalan serius yang tengah dihadapi para pekerja di Jawa Barat, khususnya tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 8.389 kasus PHK secara nasional. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka PHK tertinggi, yakni mencapai 1.721 kasus atau sekitar 20,5 persen dari total nasional.

Read More

Menurut Dedi Aroza, angka tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kebijakan agar tidak hanya fokus pada pertumbuhan investasi, tetapi juga memastikan keberlangsungan dan perlindungan tenaga kerja.

“Momentum Hari Buruh ini harus menjadi refleksi bersama bahwa kesejahteraan pekerja tidak hanya bicara soal upah, tetapi juga kepastian kerja dan perlindungan dari ancaman PHK massal,” ujar Dedi dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Ia menilai tingginya angka PHK di Jawa Barat berpotensi memperparah persoalan sosial ekonomi di masyarakat. Terlebih, berdasarkan data BPS Agustus 2025, Jawa Barat juga masih masuk dalam tiga besar provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia.

“Kita tidak bisa memandang PHK hanya sebagai persoalan perusahaan dan pekerja. Dampaknya sangat luas, mulai dari meningkatnya pengangguran, kemiskinan, menurunnya daya beli masyarakat, hingga munculnya kerentanan sosial dan kriminalitas,” lanjutnya.

Politisi asal Kabupaten Bogor itu juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kebijakan perlindungan tenaga kerja, memperluas pelatihan vokasi, serta menghadirkan program reskilling dan upskilling bagi pekerja terdampak PHK agar dapat kembali terserap di dunia kerja.

Selain itu, Dedi meminta perusahaan dan pemerintah dapat membangun komunikasi industrial yang sehat guna mencegah konflik ketenagakerjaan dan meminimalisasi gelombang PHK.

“Pemerintah harus hadir sebagai penengah sekaligus pelindung. Buruh adalah tulang punggung ekonomi daerah. Jika buruh tidak terlindungi, maka stabilitas ekonomi dan sosial juga akan terganggu,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Dedi Aroza menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja dan buruh yang telah berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya di Jawa Barat.

“Selamat Hari Buruh 2026. Semoga seluruh pekerja Indonesia semakin sejahtera, terlindungi hak-haknya, dan mendapatkan masa depan kerja yang lebih baik,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *